Journey of My Life

seputar catatan yang katanya jurnal

  • Home
Home Archive for Mei 2017
Ada-ada aja emang cerita adik pertamaku. Ceritanya sampai membuatku tidak percaya dan sedikit tertawa.
Jadi, gini, adikku yang satu ini hanya punya dua baju koko. Dia memulai cerita dari datang ke toko di ITC yang menjual baju koko Preview. Dia mencari yang warna putih. Dua ibu yang menjaga toko nanya "untuk apa?". Adikku bilang "untuk sholat". Sontak dua ibu ini mengatakan "Masya Allah" ditambah raut takjub. Adikku tentu bingung. Dia mikir dalam hati, "Lah, emang buat apa lagi?"
Aku dan adik keduaku yang denger ketawalah, tapi juga gak ngerti sampe segitunya si ibu mikir. Mungkin dia mengira adikku nyari baju koko untuk acara apa gitu. Yah, emang buat sholat.
Adikku yang satu ini sangat memerhatikan penampilannya. Baginya tidak nyaman pakai baju koko yang itu-itu lagi. Yang satu dicuci, pakai yang satu. Begitu terus bergantian. Setidaknya punya atu lagi deh. Eh, sekalinya nyari sampe membuat pipinya tersipu dan senyum-senyum menanggapi dua ibu yang jaga toko.
      Adikku yang satu ini menunjukkan celana jeansnya bolong tepat di dengkul. Serat-serat jeansnya sudah rapuh. Enggak tahu dengkulnya yang tajem atau nyuci yang kasar atau emang bahannya jelek atau emang bahannya udah lama kena proses cuci-jemur-setrika ratusan kali dan mulai tidak tahan, akhirnya mudah koyak. 
      Niatnya, dia mau beli celana lagi, tapi apalah daya belum ada kertas yang bisa dijadikan alat tukar-menukar dalam transaksi pembelian senilai jeans.
      "Gimana sholatnya, Teh?"
      Yah, gimana, yak?
      Si adik pun putar otak. Jadi, jika diperjalanan sholat di masjid mana, dia menyediakan selampe untuk menutupi lututnya. Atau ditutup dengan kain biasa.
      Kasian, kasian, kasian. Sampe sholat aja susah.
Ini yang harus aku lakukan sebelum 25:
- kursus bahasa
- kursus skill
- investasi

- nabung

Cukup?
Umi pernah cerita waktu kecil Kakek nyuruh beli soto di Pasar Kemiri. Bayangkan jalan kaki dari daerah Curug, Tanah Baru, ke Pasar Kemiri di rel kereta sana. Saat itu belum ada angkot dan rumah masih jarang. Jaraknya mungkin tak terasa karena masih ada sawah dan Gunung Salak masih terlihat jelas menjulang. Kalo sekarang ke Pasar Kemiri, iya sih ada angkot, tapi bisa lama di jalan karena macet.
Rabu, akhir bulan April, paket buku yang dinanti tiba. Ada dua buku yang dibungkus kertas kado biru manis. Pelan-pelan aku buka. Yeay, isinya sesuai, ada dua. Hehe...
Aku tidak langsung membacanya. Bungkus plastiknya udah aku buka, sih. Aku hanya buka-buka, lihat sekilas. Kayak mimpi? Iya!!!
Hampir setahun lalu, Ramadhan tahun lalu, aku ikut kirim tulisan tentang hikmah apa saja yang terjadi di bulan Ramadhan. Aku juga gak nyangka bisa masuk empat belas cerita terpilih. Dan yang paling enggak nyangka akan dibukukan. Enggak pernah deh sebelumnya lomba-lomba tulisan di Storial dibukukan.
Lewat proses panjang, yang beneran aku baru tahu ternyata proses untuk jadi buku lama, akhirnya menjelang Ramadhan tahun ini, buku kumpulan tulisan hikmah Ramadhan, yang berjudul "Every Moment Counts" sudah bertengger di toko buku. Aku sampai ke toko buku di Depok. Mau cari buku "Zoom In Zoom Out Your Views" yang taunya di Gramed, TM Bookstore, dan Toko Gunung Agung enggak ada, aku nyambi nyari buku bersampul hijau ini. Hihi, ada di TM Bookstore. Tapi pas di Gunung Agung, lupa nyari. Fokus nyari yang Zoom In itu.
Rasanya masih kayak mimpi. Walau hanya satu cerita kecil, tapi udah seneng. Udah alhamdulillah.
Semoga kalian beli, yah?
Udah berhari-hari ini setiap sore hujan lebat. Sampai terlihat seperti kabut. Belum lagi kilatan petir dan suara gluduk. Makin tambah semarak hujannya. Di lain tempat ada daerah yang terkena banjir bandang dan pohon tumbang. Alhamdulillah, tempat kerja dan rumahku aman. Tapi bukan tentang bencana yang akan aku ketik.
Ini bermula saat aku melihat keluar kaca tempat les. Di luar sana orang-orang yang mengendarai motor dan yang pulang sekolah berteduh sebelum melanjutkan perjalanan di teras yang menghindarkan mereka dari guyuran air. Mereka hanya diam melihat langit dan menunggu hujan reda. Mendung di langit menandakan hujan akan awet seperti malam sebelumnya. Mungkin akan reda, tapi masih gerimis.
Melihat mereka yang berteduh, jika saja mereka tau atau ingat kalau hujan adalah rahmat-Nya yang turun ke bumi, juga waktu yang Insya Allah jika berdoa akan dikabulkan, mereka tidak akan diam saja. Pasti banyak berdoa memohonkan sesuatu. Tapi sayang mereka hanya diam. Entah apa yang dipikirkan. Jika saja mereka tahu, jika saja mereka mau tahu dan mempraktekkannya, maka setiap hujan datang tangan-tangan ini akan terangkat dan banyak meminta. Akhirnya, waktu tidak hanya terbuang sia-sia walau sedetik.
Kemaren, sambil ngucek cucian, seperti biasa orang tua ngobrol ngalor-ngidul. Enggak tau darimana asalnya, pembicaraan sampai pada telegram. Mereka berdua cerita gimana dulu telegram begitu penting, lalu berlanjut pada pager. 
Dari sini, hari ini saya teringat wesel pos. Oke, kita mulai satu-satu tentang barang-barang canggih ini pada masa jayanya.
 
1. Telegram
Ada yang gak tau telegram? Aku juga gak tau. Melihat dan  menggunakannya aja gak pernah. Tapi alat ini begitu penting untuk mengirimkan pesan. Uniknya, alat ini memakai sandi yang diterjemahkan sesuai panjang pendeknya suara--kayak sandi Morse Pramuka. 
Orang tuaku masih mengalami pemakaian telegram. Waktu itu, ibuku sedang kuliah di Semarang. Dari sana mengirim kabar akan pulang pada tanggal sekian pada suami dan anaknya. Eh, dari sini mereka malah lanjut ngobrol tentang listrik pada masa itu yang udah ada di Depok. Bahkan telepon udah masuk kelurahan. Mereka ragu apa itu tahun 60-an atau 70-an. Pokoknya listrik udah ada di Depok dari jaman Belanda--kata ayahku.
Kalo gak salah yang ngirim pesannya Pak Pos. Bentuk kertas pesannya kecil.
Mengingat telegram lebih dulu ditemukan daripada telepon, maka benda ini lebih dulu 'hilang' dan tergantikan telepon rumah. Kayaknya telegram tidak dimiliki secara pribadi, yah? Layaknya telepon rumah.

2. Pager
Nah, ayo siapa yang waktu kecilnya inget punya pager? Aku waktu kecil, masih awal SD, cuma liat benda ini dipegang Omku. Benda kecil berlayar kecil panjang kayak layar kalkulator, biasanya disimpan disangkut di gesper, kayak bapak-bapak pada masa setelahnya yang punya dompet nempel di gespernya, tempat naro hape Nokia batangan atau yang lebih gede kayak comunicator.
Bunyi benda satu ini khas setiap ada pesan masuk. Uniknya, kalo mau kirim pesan, kita harus nelepon dulu ke operator. Nanti bilang mau kirim pesan ke nomor "xxx", isinya pesannya "bla bla bla".
Pager mungkin ibu dari SMS. Hehe... 
Nah, dari obrolan orang tuaku itu, aku baru tahu mereka pernah punya pager. Itu juga dibeliin sama temen ibuku. Katanya, supaya gambang hubungin ibuku setiap ada panggilan praktek. Ibuku bilang, pada masa itu hampir setiap dokter punya pager. Keren keliatannya. Canggihlah. Setiap ada panggilan darurat, pager berbunyi. Sayangnya, nih pager ibuku gak pernah dipakai. Sekalinya temen ibuku kirim pesan ada panggilan, eh, malah gak sampe. Taunya hilang. Iya, hilang di rumah, gak tau diambil siapa. Mungkin anak tetangga yang gak ngerti itu benda apa. Dikira mainan kali.

3. Wesel Pos
Setidaknya sebelum transfer antar bank marak (sepertinya kartu ATM juga belun banyak yang punya), berkembang dan menjadi kebutuhan utama, wesel pos sudah lebih dulu berurusan dengan kiriman uang dari orang tua untuk para anaknya yang kuliah di lain kota atau dari individu satu ke yang lain. Kantor pos tidak hentinya mengurus kiriman uang. 
Sampai aku MTs, aku kadang mendengar panggilan di pusat informasi untuk santri yang mendapat kiriman uang dari orang tuanya. Lalu perlahan meredup berganti transferan. 
Sekarang, masih ada yang pakai wesel pos untuk kirim uang?
Saat ini malah ada aplikasi yang memudahkan transferan tanpa biaya admin. Lebih enak tanpa harus gesek. Iya, kan?

Itu, deh, beberapa teknologi lama yang begitu cepat pergi begitu ada teknologi yang lebih mudah dan praktis.
Langganan: Postingan ( Atom )

Featured Post

DATA IN-OUT DUIT

28/9/2015 Kadang di akhir bulan kita bertanya kemana saja uang gaji yang kita terima. Kemana saja perginya uang-uang tadi? Kita hanya tahu...

Iklan Gratis
Memuat

Total Tayangan Halaman

Google
Custom Search

Categories

  • berhenti sejenak (38)
  • film (4)
  • language (8)
  • motivation (5)
  • my culture (2)
  • my friend (2)
  • my mind (49)
  • my observ (40)
  • my resep (1)
  • the world (61)
  • tips (9)
  • tips: berpakaian (3)
  • tips: kesehatan (3)
  • tips: perawatan (1)

My Blog List

Diberdayakan oleh Blogger.

about me

Foto saya
limun
Hello, I'm Limun. I try really hard to fix my own life. You too? Manage my time and my life.
Lihat profil lengkapku

my friend

Archive

  • ► 2025 (9)
    • ► September (1)
    • ► Juli (6)
    • ► Juni (1)
    • ► Mei (1)
  • ► 2021 (8)
    • ► Desember (1)
    • ► November (3)
    • ► Maret (4)
  • ► 2020 (6)
    • ► Juli (2)
    • ► Juni (4)
  • ► 2019 (17)
    • ► Juni (6)
    • ► Maret (4)
    • ► Februari (7)
  • ► 2018 (15)
    • ► Oktober (8)
    • ► September (3)
    • ► Mei (1)
    • ► April (3)
  • ▼ 2017 (29)
    • ► Oktober (2)
    • ► September (4)
    • ► Agustus (3)
    • ▼ Mei (7)
      • Baju Koko
      • Jeans Bolong
      • Sebelum 25 Tahun
      • Jalan Ke Pasar Kemiri
      • Tulisanku di Buku "Every Moment Counts"
      • Hujan dan Doa
      • Pada Masa Jayanya
    • ► April (6)
    • ► Maret (1)
    • ► Februari (6)
  • ► 2016 (62)
    • ► Desember (23)
    • ► November (23)
    • ► Oktober (8)
    • ► Juni (4)
    • ► Maret (4)
  • ► 2015 (95)
    • ► Desember (3)
    • ► November (8)
    • ► Oktober (11)
    • ► September (11)
    • ► Juni (3)
    • ► Mei (2)
    • ► April (40)
    • ► Maret (17)
  • ► 2014 (11)
    • ► November (1)
    • ► Oktober (3)
    • ► September (6)
    • ► Februari (1)
  • ► 2012 (16)
    • ► Desember (1)
    • ► Januari (15)
  • ► 2011 (27)
    • ► Desember (3)
    • ► November (3)
    • ► Oktober (3)
    • ► September (3)
    • ► Agustus (1)
    • ► Juli (4)
    • ► Juni (3)
    • ► Mei (7)
  • ► 2010 (10)
    • ► Juni (1)
    • ► April (1)
    • ► Maret (1)
    • ► Januari (7)
  • ► 2008 (1)
    • ► Oktober (1)
AllBlogTools.com Blogger Templates

Latest Posts

  • Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara
    Awalnya saya mencari-cari dimana Skotlandia? Dimana letak negara ini? Kalian tahu dimana? Beberapa tahun kemudian saya tahu dimana letak...
  • WhatsApp Initializing
    Pernah mengalami WhatsApp susah di-instal ulang? Notifnya “initializing” atau apalah ejaan Inggrisnya. Saya pernah mengalami kejadian i...
  • Pekerjaan Suami Saya Cuma Petani
    Kalo lagi kumpul-kumpul bareng teman lama, terutama karena udah pada berkeluarga, pasti ngomongin pekerjaan suami. Beberapa teman bisa ...

Visitors

free counters
Free counters
Copyright 2014 Journey of My Life.
Distributed By My Blogger Themes | Designed By OddThemes